Rabu 30 Apr 2014 19:19 WIB

Raksasa Telekomunikasi Australia Rumahkan 200 Karyawan

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Perusahaan telekomunikasi, Optus, merumahkan sekitar 200 karyawannya sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang dijalani. Optus tengah memangkas ongkos produksi dan memastikan keuntungan mereka tetap berada di zona aman.

Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Australia ini tidak akan mengkonfirmasi berapa banyak posisi yang akan ditinggalkan ataupun divisi mana yang akan terpengaruh, hingga pihak perusahaan menyelesaikan pembicaraan dengan para pekerja

Namun dari sumber yang didapatkan ABC, sekitar 200 karyawan akan kehilangan pekerjaannya di Optus. Saat ini Optus mempekerjakan sekitar 8.900 karyawan.

Salah satu raksasa telekomunikasi Australia ini mengatakan, prioritas perusahaan saat ini adalah mengkomunikasikan perubahan sekecil apapun kepada para karyawan yang akan terdampak dari pemecatan itu.

“Dalam waktu dekat ini kami akan berbicara kepada para karyawan mengenai rencana perubahan yang kami susun. Prioritas kami adalah untuk selalu mengkomunikasikan secara langsung detil perubahan apapun kepada karyawan dan member dukungan kepada mereka yang mungkin terpengaruh,” ujar Juru Bicara Optus.

Pihak perusahaan mengungkapkan, pemotongan lapangan kerja ini adalah bagian dari peninjauan strategis yang telah diumumkan 1,5 tahun lalu.

Optus adalah anak perusahaan milik grup telekomunikasi asal Singapura “SingTel.”

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement