Sabtu 03 May 2014 20:23 WIB

Helikopter Mini untuk Deteksi Tingkat Kesuburan Ladang

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, TASMANIA --Tingkat kesuburan ladang yang dimiliki para petani di Australia kini mudah terdeteksi dengan baik. Penelitian yang membantu petani itu dilakukan para peneliti dari Universitas Tasmania dengan menggunakan helikopter mini.

Proyek penelitian itu bernama Terra Luma. Cara kerjanya heli mini melakukan pemintaian terhadap lingkungan dan lahan agrikultur.

Bethany Melville dari Jurusan Ilmu Spasial, Fakultas Pertanahan dan Pangan Universitas Tasmania adalah salah satu anggota tim proyek Terra Luma. Ia mengatakan, proyek tersebut melakukan banyak pekerjaan seperti pemindaian bermacam-macam vegetasi dan berbagai jenis ladang. “Saya juga meneliti tanaman-tanaman yang ada di ladang itu, mencoba mencari tahu seberapa sehat mereka, seberapa banyak biomasa yang dikandung, dan seberapa banyak pupuk serta air yang mereka butuhkan,” jelasnya, belum lama ini.

Bethany menambahkan, helikopter mini bernama ‘Oktokopter’ yang digunakan dalam proyek tersebut sangatlah serbaguna dan mampu memuat berbagai macam sensor untuk memindai tempat-tempat yang tak dapat diakses.

“Pengumpulan data adalah bagian yang memakan waktu lama, selain itu pemrosesan data juga demikian. Jadi, mengolah apa yang telah kita kumpulkan menjadi sesuatu yang berguna pada akhirnya, kemungkinan adalah bagian yang paling memakan banyak waktu dalam proyek ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim-nya juga mencoba untuk mengidentifikasi area mana yang bisa digunakan untuk lahan konservasi. Ada beberapa lahan hijau asli yang sangat terkontaminasi dan perlu diselamatkan serta dilindungi oleh tim Terra Luma.

“Pekerjaan ini sangat menantang tapi banyak memberi informasi mengenai perbedaan antara lahan satu dengan lainnya. Sangat memungkinkan untuk mengetahui perbedaan jenis-jenis lahan dari angkasa, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement