Rabu 14 May 2014 19:31 WIB

Kisah Dua Nenek 84 Tahun Menjadi Relawan

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, HOBART -- Marilyn Wilson dan Marguerita Goninon merupakan dua wanita sepuh yang masih meluangkan waktunya menjadi relawan di Hobart, Australia. Pagi-pagi, outlet ritel Moonah City Mission - toko tempat keduanya menjadi relawan - sudah siap menyambut hari.

Hari itu mereka akan dikunjungi oleh koordinator relawan, Sheralyn Jackson.

Pekan Relawan Nasional (12-18 Mei) memberikan motivasi bagi Jackson untuk bertemu secara personal dengan semua orang yang memungkinkan toko-toko beroperasi."Hanya untuk menunjukkan kepada mereka penghargaan kami, karena Hobart City Mission, sebagaimana banyak organisasi komunitas lainnya, tidak akan bisa melakukan ini tanpa dukungan relawan," ucapnya, belum lama ini.

Jackson mengatakan tidak mungkin untuk menilai dengan uang pada orang-orang yang sudah memberikan waktunya bagi organisasi."Relawan sepenuhnya menyatu dengan organisasi komunitas untuk dukungan dan kerja-kerja yang kami butuhkan bagi komunitas," ucapnya.

Sebagaimana cabang retail, organisasi Moonah Charity memiliki manfaat sosial lainnya."Ini merupakan tempat orang-orang datang dan merasa aman dan nyaman serta ada orang yang bisa diajak bicara di balik konter dan seseorang yang akan mendengarkan tanpa menghakimi," kata Jackson.

Salah seorang yang berada di balik konter adalah Marilyn Wilson, yang pada awalnya ia hanya ingin menjadi relawan sebentar saja, tiga tahun lalu.

'Saya senang beraktifitas. Saya tidak tahan tinggal di rumah dan hanya duduk-duduk, saya sangat senang berada di sini," jelasnya.

"Saya kira ini sangat spesial, melihat berbagai tipe orang datang. Mereka datang hanya untuk ngobrol dan saya menyukai toko ini karena bagus, bersih dan rapi, saya mendapatkan kepuasan di luar semua itu," tambahnya lagi.

Wilson tidak khawatir mengenai masa depan kerelawanan karena akan selalu ada orang-orang yang datang untuk membantu. "(Tempat) ini tidak akan pernah tanpa relawan, ini tempat yang bagus untuk bekerja," ucapanya.

Marguerita Goninon yang berusia 84 tahun mengatakan ia mendapat banyak dari organisasi karena ia banyak memberi.

"Secara pribadi, ini merupakan sesuatu yang hebat daripada hanya duduk di rumah sambil berkebun," jelasnya."Saya mendapat banyak kesenangan lewat ngobrol-ngobrol dengan orang-orang dan kami punya pelanggan menyenangkan yang secara rutin datang dan kami ngobrol dengan mereka," katanya lagi.

Goninon juga menyadari pentingnya relawan dalam komunitas. "Saya kira kami merupakan orang-orang penting karena tanpa relawan toko ini tidak akan buka karena kami semua adalah relawan," tambahnya.

Dengan tertawa, wanita 84 tahun ini mengakui tidak banyak orang seusianya yang datang untuk menjadi relawan.

"Tapi kami mau, saya yakin mereka seperti saya dan mereka katakan 'kami di sini, dan kami (tetap) tinggal," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement