Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemerintah Akan Larang SPBU Menjual BBM Subsidi di Hari Libur

Rabu 21 May 2014 09:54 WIB

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: Nidia Zuraya

BBM Bersubsidi (ilustrasi)

BBM Bersubsidi (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, pemerintahan hanya akan menjabat hingga beberapa bulan ke depan. Pemerintah merencanakan untuk membuat aturan BBM bersubsidi tak dijual ketika hari libur.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintah sulit untuk mengantisipasi pembengkakan subsidi. ''Tak bisa melarang membeli mobil dan motor,'' kata dia dalam Konferensi Pers Konvensi dan Eksibisi Indonesian Petroleum Association ke-38, Rabu (21/5).

Karena pelemahan nilai tukar rupiah, subsidi bahan bakar minyak melambung tinggi. Pada APBN 2014, pagu subsidi BBM, elpiji, dan bahan bakar nabari (BBN) dipatok Rp 210,7 triliun dengan kurs rata-rata rupiah Rp 10.500 per dolar AS. Subsidi bahan bakar minyak meningkat menjadi rp 285 triliun karena kurs rata-rata rupiah terdepresiasi menjadi Rp 11.700 per dolar AS.

Menurut Wacik, pemerintah telah melakukan berbagai langkah dan terus mencari cara yang tepat untuk menekan konsumsi BBM. Nantinya, akan ada langkah pengurangan konsumsi BBM bersubsidi. Salah satunya, pada hari libur SPBU tidak menjual BBM subsidi.

Jadi, kata dia, yang ingin jalan-jalan ketika hari libur menggunakan BBM tak bersubsidi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile