Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA
pasien cerdas

pasien cerdas- Serangan Mata Merah

Selasa 01 Jul 2014 07:00 WIB

Red:

Belakangan, makin banyak anak dan orang dewasa yang terkena serangan mata merah (konjungtivitis). Kondisi itu termasuk penyakit mata yang terjadi akibat iritasi atau peradangan. Penyebabnya adalah infeksi di bagian selaput yang melapisi mata. "Dalangnya, paling sering ialah virus dan bakteri," ujar dr Sylvia SpM.

Sebulan terakhir, hampir 20 persen dari pasien Sylvia di rumah sakit tempatnya berpraktik menderita konjungtivitis. Penyakit ini sangat menular. Banyak orang mengira, penyakit mata ini akan menular hanya dengan beradu padangan dengan orang yang sakit mata. Dengan keyakinan seperti itu, orang pun menghindari menatap langsung penderita penyakit mata.

Tak sedikit pula penderita konjungtivitis yang menggunakan kacamata hitam untuk mengurangi risiko menularkan penyakitnya kepada orang lain. Sylvia menjelaskan, sebenarnya penularan terjadi bukan lewat pandangan, tetapi dari benda yang pernah disentuh penderita sesudah mengucek mata. Ketika benda tersebut kemudian disentuh orang lain dan orang tersebut mengucek matanya maka saat itulah terjadi penularan.

Penularan antaranggota keluarga biasanya terjadi karena berbagi bantal. Ketika penderita tidur, air mata keluar dan menempel di sarung bantal. Anggota keluarga lainnya yang menggunakan bantal tersebut berisiko tertular. "Oleh karena itu, sebaiknya jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit mata, ganti sarung bantal setiap hari," saran Sylvia yang praktik di RS Omni Pulomas, Jakarta Timur.

Lalu, apa sebenarnya fungsi kacamata hitam bagi penderita konjungtivitis? Sylvia mengatakan, kacamata hitam digunakan penderita sebatas untuk melindungi matanya. Bisa jadi, selama sakit mata mereka akan menjadi sensitif dengan cahaya dan angin. Dengan kacamata hitam, matanya yang sakit akan terasa lebih nyaman. Selain itu, dengan menggunakan kacamata, penderita lebih sulit mengucek mata.

Konjungtivitis bisa menyerang siapa saja. Perempuan, laki-laki, dari semua golongan usia. Orang yang tertular sakit mata akan mengalami gejala seperti merasa tidak enak dengan matanya, terasa ada yang mengganjal. Lalu, ketika makin dikucek, mata akan semakin bengkak dan merah. Mata akan terasa silau ketika terkena cahaya. Matanya juga berair dan kadang-kadang disertai belekan.

Jika sudah tertular konjungtivitis, penderitanya akan mengalami mata merah selama lima sampai tujuh hari. Itu jika tidak ada komplikasi dan mendapatkan pengobatan yang benar. Bagaimana cara mengatasinya?

Kalau terkena sakit mata, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Hindari penggunaan sembarang obat tetes yang beli di apotik tanpa resep dokter. Mata sama-sama merah belum tentu penyebabnya sama. "Mengobati mata merah harus berdasarkan penyebabnya," ujar Sylvia.

Kesalahan lainnya adalah memberikan obat tetes tradisional, seperti air daun sirih yang sterilitasnya tidak terjamin. Jika itu dilakukan, bukan kesembuhan yang akan didapat, malah akan memunculkan penyakit lain. Hindari pula mencuci matanya dengan boor water.

Penggunaan boor water ini dilakukan dari bagian luar mata. Bagian yang akan terkena lebih dahulu adalah bulu mata. Padahal. bulu mata merupakan bagian paling kotor di sekitar mata karena langsung bersentuhan dengan debu. Jika bulu mata dicuci, kotorannya malah masuk ke dalam mata yang tidak terlalu kotor.

Sebelum terkena sakit mata, lebih baik Anda melakukan pencegahan. Salah satu langkah yang paling penting adalah tidak mengucek mata kalau tidak yakin dengan kebersihan tangan. "Kalau ingin mengucek mata, pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih," saran Sylvia.rep:desy susilawati  ed: reiny dwinanda

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile