Senin 18 Aug 2014 01:32 WIB

Conte, Pelatih Timnas Bergaji Tertinggi Kedua di Dunia

Rep: C84/ Red: Citra Listya Rini
Antonio Conte
Foto: shqipmedia.com
Antonio Conte

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Mundurnya Antonio Conte dari kursi kepelatihan Juventus beberapa waktu lalu membuat publik sepak bola terhenyak. Maklum saja, bersama si Nyonya Tua, Conte telah berhasil membangkitkan kembali kejayaan Juve yang sempat terpuruk ke Serie B.

Berbagai spekulasi mencuat seiring mundurnya Conte dari Juventus mulai dari tidak puas dengan manajemen terkait kebijakan transfer klubnya, hingga masalah internal yang terjadi antara dirinya dengan manajemen klub.

Namun, alasan terbesar mundurnya pria kelahiran Lecce tersebut ternyata adalah kursi kosong di tim nasional Italia. Meski Pelatih berusia 45 tahun itu terus menyangkal hal tersebut, pada akhirnya semua terjawab ketika badan sepakbola tertinggi di Italia (FIGC) mengumumkan kepastian Conte akan membesut Gli Azzurri pada Jumat (15/8).

"Presiden (Carlo) Tavecchio dan Antonio Conte berbicara langsung lewat telepon pagi ini untuk menuntaskan aspek-aspek terakhir dari kolaborasi yang akan mengikat Antonio Conte dengan FIGC sampai 31 Juli 2016," demikian bunyi pernyataan dari PSSI-nya Italia dilansir Goal.

Kehadiran Conte dinilai tepat untuk membenahi buruknya performa Italia di kancah internasional. Selepas juara Piala Dunia pada 2006 lalu, penampilan Andrea Pirlo dan kawan-kawan tak lagi sangar. Sempat melaju hingga babak final pada Piala Eropa 2012, kekuatan Italia seakan tak berdaya di bawah kendali Tiki-Taka Spanyol yang kala itu tengah berada dalam masa-masa trengginasnya.

Dua tahun kemudian, momen kelam menggelayuti Italia ketika tak mampu keluar dari fase penyisihan dan harus mengakui kehebatan tim kuda hitam Kosta Rika. Cesare Prandelli yang berada di balik kemudi Azzurri tak pelak jadi santapan media dan publik Italia menumpahkan kemarahannya.

Prandelli dinilai tak layak mengemban amanah menangani tim sekelas Italia.Masa kelam ingin dilupakan seluruh elemen sepak bola di Italia. Kedatangan Conte seperti angin segar bagi Italia. Kepiawaiannya membuat Juventus kembali menjadi kekuatan yang disegani seakan memberikan harapan baru bagi Italia.

Conte sejatinya diberikan ekspektasi berlebih dari FIGC maupun publik Italia. Bahkan, FIGC tak segan-segan mengganjar dirinya dengan bayaran yang mahal untuk mau menangani timnas Italia. Conte saat ini tercatat sebagai pelatih timnas dengan gaji tertinggi kedua di dunia setelah Fabio Capello.

Seperti dilansir footballitalia, Kamis (14/8), Conta mendapat bayaran sekitar 4 Juta euro atau Rp 62,5 Miliar per tahun. Bahkan demi memuluskan lancarnya gaji yang akan diberikan kepada mantan pelatih Lece itu FIGC meminta bantuan dari Puma yang menjadi sponsor resmi timnas untuk memberikan tambahan dalam membayar upah Conte.

Gaji besar yang diberikan kepada Conte seperti dua sisi mata uang. Keberhasilan yang akan diberikan Conte tentu akan melupakan publik tentang besarnya bayaran yang ia terima. Namun, hasil minor yang diterima Italia, hanya akan membuat publik marah dan menumpahkan kekesalannya kepada pelatih yang pernah menjadi gelandang andalan Juventus semasa bermain.

Jadi, jangan salah langkah Conte!

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement