REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Papua telah menahan pelaku pembunuhan terhadap Kepala Suku Dani, Korea Waker. Korban yang juga merupakan pengusaha asal Timika dibunuh oleh dua pelaku R dan E.
"Pelaku adalah R dan teman wanita nya E," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistyo Pudjo, Kamis (21/8).
Pudjo melanjutkan, setelah melakukan penyelidikan intensif, dua pelaku tersebut merupakan rekan korban sendiri. Pujdo mengatakan, motif dari pembunuhan adalah konflik percintaan antara E dengan R serta KW (Korea Waker) sebagai korban.
"Pelaku E diduga kuat menjalin cinta dengan pelaku R serta korban KW. Akan tetapi dengan keinginan KW mengawini E maka kemudian E menceritakan keinginan KW itu dengan kekasih lain nya R," kata dia.
Menurut Pudjo, korban dipukul dengan batu sebanyak tiga kali. Berawal dari pelaku E yang berpura-pura buang air kecil kemudian diikuti oleh korban. Ketika korban mengikutinya, R memukulnya dengan batu sebanyak tiga kali.
"Lokasi pembunuhan tidak jauh dari lokasi di temukan jenazah korban. Saat ini para pelaku sudah di tahan di Polda Papua," kata dia. Diketahui, jenazah Korea Waker ditemukan di sekitar Jembatan Kali Merah Kampung Logpon Pigapu, Senin (11/8).
Pudjo menjelaskan, dalam melakukan pelacakan Polda Papua dan Polres Timika dibantu oleh informasi masyarakat. Polisi berharap masyarakat membantu keamanan dan ketertiban dengan menyerahkan permasalahan ini kepada kepolisian. "Dan jangan kemudian mengambil hukum oleh masyarakat sendiri," kata dia.
Sementara, Polda Papua berkomitmen untuk melakukan pengungkapan secara maksimal dan akan membawa para pelaku ke depan hukum.