Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

LPSK: Status Justice Collaborator Bharada E Bisa Dicabut

Selasa 16 Aug 2022 03:12 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri).

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri).

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Bharada E diminta konsisten agar status justice collaborator bisa dipertahankan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengingatkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E agar jujur dalam memberikan keterangan terkait kematian Brigadir J. Bila tidak, status Justice Collaborator (JC) yang kini diemban Bharada E bisa saja dicabut oleh LPSK.

LPSK baru saja secara resmi mengumumkan status Bharada E sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus meninggalnya Brigadir J. Dengan demikian, Bharada E masuk dalam kategori terlindung LPSK. Selama ini, LPSK terus menjalin komunikasi dengan Bharada E guna membangun kepercayaan.

Baca Juga

"Dalam perlindungan LPSK ada komunikasi intens antara LPSK dengan terlindung dalam rangka bangun kepercayaan," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Walau demikian, Edwin menegaskan dampak bila Bharada E menunjukkan keragu-raguan dalam memberikan kesaksian. Hal ini dapat terlihat dengan indikasi kesaksian yang berubah-ubah.

"Kalau kemudian soal ketidakyakinan keterangan maka ada konsekuensinya status JC-nya itu bukan permanen jadi bisa dicabut, tidak berlaku apabila saksi pelaku ini kemudian tidak konsisten dalam memberikan keterangan," ujar Edwin.

Oleh karena itu, Edwin menyarankan Bharada E agar konsisten dengan kesaksiannya agar status JC tetap bisa dipertahankan. Apalagi status JC berpeluang menjadi faktor yang dapat meringankan hukuman Bharada E di pengadilan nantinya.

"Kalau keterangan berubah-ubah tidak dukung pengungkapan perkara tentu status (JC) bisa dicabut. Termasuk di bagian akhir adalah putusan hakim. Nanti hakim akan memutuskan apakah terdakwa misalnya Bharada E diputuskan atau tidak sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau JC," ucap Edwin.

Diketahui, Irjen Pol Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua ajudan dan satu asisten rumah tangga merangkap sopir dalam kasus Brigadir J. Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maaruf atau KM.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka menghadapi ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile