Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gajah Hamil Ditemukan Mati di Bengkalis

Kamis 26 May 2022 15:51 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Dokter Hewan melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera (Elephas maximus sumtranus) berjenis kelamin betina dan janinnya yang ditemukan mati di kawasan konsesi PT Riau Abadi Lestari, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (26/5/2022) dini hari. Gajah sumatera berusia 25 tahun dan dalam kondisi mengandung 22 bulan tersebut ditemukan mati pada Rabu (25/5), dan petugas sedang melakukan pemeriksaan sample organ satwa agar dapat diketahui penyebab kematiannya.

Dokter Hewan melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera (Elephas maximus sumtranus) berjenis kelamin betina dan janinnya yang ditemukan mati di kawasan konsesi PT Riau Abadi Lestari, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (26/5/2022) dini hari. Gajah sumatera berusia 25 tahun dan dalam kondisi mengandung 22 bulan tersebut ditemukan mati pada Rabu (25/5), dan petugas sedang melakukan pemeriksaan sample organ satwa agar dapat diketahui penyebab kematiannya.

Foto: ANTARA/BBKSDA Riau
Ada indikasi bahwa gajah tersebut makan buah beracun.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Seekor gajah sumatera betina yang sedang hamil ditemukan mati di lahan konsesi PT Riau Abadi Lestari di wilayah Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (25/5/2022).

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Wilayah II Hartonodi Pekanbaru, Kamis (26/5/2022), mengatakan, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh gajah tersebut. "Berdasarkan hasil nekropsi memang tak ada upaya kekerasan. Namun, darah keluar dari hidung, mulut, telinga, dan anusnya. Artinya ada indikasi bahwa gajah tersebut makan salah satu buah yang mungkin beracun. Ini masih kemungkinan," kata dia.

Baca Juga

Hartono mengatakan, pada Kamis sore sampel organ tubuh gajah berupa hati, dinding usus, dan paru serta sampel kotoran mamalia besar itu dikirim ke Balai Veteriner Bukittinggi untuk diperiksa. "Harapan kita dari hasil laboratorium akan ada jawaban dari penyebab kematiannya. Dari situ selanjutnya akan kami tindaklanjuti," katanya.

"Kami bersama kepolisian setempat akan melakukan langkah-langkah upaya hukum untuk proses penyelidikan terkait penyebab kematian gajah tersebut," ia menambahkan.

Ia mengatakan, gajah hamil yang ditemukan mati usianya diperkirakan 25 tahun. Bayi yang dikandung oleh gajah itu juga tidak dapat diselamatkan.

Bangkai gajah sumatera tersebut kini sudah dikubur. Gajah betina yang mati dalam kondisi hamil itu diduga anggota kawanan gajah seruni karena di sekitar lokasi bangkai gajah itu ada setidaknya 17 anggota kawanan gajah seruni.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile