REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Beberapa pemimpin muslim mengeluhkan tindakan organisasi nonpemerintah yang beroperasi di negeri tersebut. Mereka menyatakan organisasi itu memaksa perempuan muslim untuk menggunakan kontrasepsi atau melakukan aborsi.
Dikutip dari World Bulletin, Ahad (31/8), pemimpin muslim dari distrik Banke, Hassan Miya, dalam wawancara dengan AsiaNews menyatakan, organisasi kemanusiaan telah memaksa perempuan muslim. Organisasi itu memaksa perempuan dari distrik-distrik termiskin untuk menggunakan alat kontrasepsi, aborsi dan ikut program keluarga berencana.
Jika kaum muslim tak setuju maka mereka akan kehilangan akses untuk menerima bantuan kemanusiaan. Selain itu mengirim anak-anak ke sekolah gratis. ''Ini sebuah metode tercela yang bertentangan dengan iman kami dan mengeksploitasi kemiskinan kami,'' tutur Miya, dilansir dari AsiaNews.it, Ahad (31/8).
Kelompok NGO menargetkan keluarga muslim dari beberapa daerah terpencil. Atas tindakan ini, Menteri Kesehatan Nepal, Gopal Parajuli telah menyerukan penyelidikan. Ia juga menyatakan, LSM hanya bisa bekerja di Nepal jika mematuhi hukum dan diterima oleh masyarakat.