Senin 08 Sep 2014 16:41 WIB

Menanti Sentuhan Midas Antonio Conte

Rep: C79/ Red: Citra Listya Rini
Antonio Conte
Foto: EPA/Antonio di Marco
Antonio Conte

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO  --  Penunjukkan Antonio Conte sebagai pelatih anyar Gli Azzurri memberikan harapan tersendiri bagi publik Italia. Terpuruk pada ajang Piala Dunia 2014 di bawah asuhan Cesare Prandelli, Conte hadir dengan membawa perubahan dan penyegaran dalam tubuh tim

Mantan Allenatore Juventus ini pun akan memulai laga resminya bersama timnas Italia pada babak kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Norwegia. Sebelumnya Ia telah menjalani debut yang cukup sukses dalam laga uji coba melawan Belanda pada Jumat (5/9) kemarin dengan mearaih kemenangan dua gol tanpa abalas. 

Namun, ujian sebenarnya bagi Conte adalah meloloskan Italia ke putaran final Piala Eropa 2016 Prancis. Mengingat pada edisi sebelumnya Gli Azzurri berhasil tampil di partai puncak sebelum dihentikan oleh timnas Spanyol

Pemilihan skuat adalah salah satu yang sangat diperhatikan Conte. Ia bahkan berani menyingkirkan Mario Balotelli yang merupakan penyerang andalan semasa kepelatihan Prandelli. Menurut Conte, inkonsistensi penampilan dan berbagai kontroversi yang dilakukan Super Mario membuatnya tidak ingin mengambil resiko dengan memanggilnya masuk dalam skuat.

Sebagai pengganti Balo, Conte memanggil para penyerang muda seperti Stephan El Shaarawy, Simone Zaza dan Mattia Destro. Pemanggilan tiga talenta muda ini melengkapi barisan penyerang senior seperti Fabio Quagliarella, Sebastian Giovinco dan Ciro Immobile. 

Conte memang banyak memanggil striker di masa kepemimpinannya, itu mengingat ia gemar memakai formasi dengan dua penyerang murni. Pada laga melawan Belanda formasi 3-5-2 menjadi pilihannya dengan menempatkan Immobile dan Zaza di lini depan

Pola 3-5-2 membuat sebuah tim memiliki tiga bek sentral, dua bek sayap dan tiga gelandang tengah untuk mengakomodasi kekurangan dalam kreativitas skill individu. Pola ini sudah digunakan Juventus dalam tiga musim beruntun mereka merebut gelar juara. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan Conte akan menggunakan empat bek tergantung kondisi tim dan lawan yang akan dihadapi.

Bertandang Norwegia di laga perdana memang tidak akan mudah untuk Italia. Sepanjang sejarah, dua tim ini 13 kali bertemu dengan Italia memenangi 6 kali, seri 4 kali dan kalah 3 kali. Namun mereka perlu mewaspadai rekor buruk ketika bertandang ke Oslo di mana mereka dua kali mengalami kekalahan dari lima pertandingan.

Timnas Norwegia, yang terakhir kali lolos ke turnamen besar pada Piala Eropa 2000 tentu berambisi untuk kembali ke ajang bergengsi di Benua Biru tersebut. Piala Eropa 2016 dengan memakai format baru dengan 24 tim tentu memberi mereka peluang lebih baik untuk lolos. 

Mampukah Conte mengeluarkan sentuhan midasnya dan memimpin Azzurri memenangi laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2016? Kita nantikan saja!.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement