REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Meski Manchester United (MU) terpuruk di peringkat tujuh klasemen Liga Primer Inggris musim lalu, namun ternyata masih ada ‘raihan’ yang bisa dipuncaki klub berjuluk Setan Merah itu. Otoritas Home Office English Premier League (EPL) Jumat (12/9) melansir fans United laik menduduki puncak teratas Arrests League Table.
Sayangnya, pencapaian tersebut bukanlah sebuah catatan kemilau prestasi. Melainkan, suporter United dianggap sebagai pendukung tim sepak bola paling rusuh di tanah Inggris Raya. Disebutkan, fans United menjadi tim paling sering berulah hingga harus berurusan dengan kepolisian setempat.
Total 112 fans MU ditangkap atas tuduhan perbuatan kriminal saat mendukung tim kesayangannya berlaga. Adapun fans dari Newcastle United tercatat sebagai pendukung sepak bola yang paling sering dihukum.
Dari lansiran yang sama, ada 90 fans the toon army yang karena perbuatannya musim lalu, harus dilarang memasuki stadion setahun penuh. Ke-90 orang tersebut, dinyatakan Kementerian Dalam Negeri Inggris tidak boleh masuk ke stadion manapun untuk mendukung Newcastle bertempur melawan musuh-musuhnya.