Selasa 16 Sep 2014 21:46 WIB

Mufti Australia: Jangan Percaya Sheikh Google dan Sheikh Youtube

Rep: mgrol26/ Red: Agung Sasongko
Pemuka Muslim Australia (ilustrasi)
Foto: AP PHOTO
Pemuka Muslim Australia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pemimpin komunitas Muslim Australia mengingatkan generasi muda untuk tidak menerima informasi tentang Islam dan Muslim begitu saja di Youtube maupun Google. Alasannya karena banyak materi tentang Islam di internet maupun media sosial yang belum tentu kebenarananya.

“Jangan percaya pada Sheik Google dan Sheik Youtube,” kata Mufti Australia, Dr. Ibrahim Abu Mohammad, Alarabiya.net, Selasa (16/9). Ia menambahkan, materi tentang Islam di Internet sangat berbahaya karena diunggah user yang belum pasti dan memiliki otoritas moral atau agama.

Ia juga ikut membantu meyakinkan muslim Australia untuk tidak khawatir bersaing dengan negara-negara tetangga. "Kami adalah orang-orang pertama yang menentang siapa pun yang mungkin berpikir merugikan masyarakat Australia." kata Ibrahim.

Ia mengungkap tak hanya muslim, penganut agama lain pun ikut menjadi korban konflik di Irak saat ini. mereka telah melakukan kejahatan terhadap manusia dan itu merupakan dosa besar. "Penggusuran rumah, ancaman eksekusi dan pembakaran tempat ibadah termasuk gereja tidak dibenarkan oleh agama mana pun," kata dia,

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement