Sabtu 18 Oct 2014 08:01 WIB

Renovasi Asrama Haji Padang Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

 Calon jamaah haji kloter 48 memasang gelang di Aula Asrama Haji, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/9). (Republika/ Tahta Aidilla)
Calon jamaah haji kloter 48 memasang gelang di Aula Asrama Haji, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/9). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kementerian Agama Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan penyelesaian renovasi gedung Asrama Haji Padang pada akhir 2014. Proyek renovasi menelan dana Rp 35 miliar. Nantinya gedung akan memiliki kapasitas lebih besar yang terdiri dari tiga lantai. 

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumbar, Syamsuir, di Padang, Sabtu, mengatakan bangunan yang direnovasi tersebut memang sudah tidak layak ditempati, mengingat bertambahnya jumlah jamaah haji dari tahun dari ke tahun dan juga gedung rusak karena gempa.

"Aula utama yang semula berkapasitas hanya 300 orang, akan tambah menjadi berkapasitas lebih 500 orang jamaah. Karena kondisi yang sempit tahun ini kami akan perbesar guna menyambut kedatangan dan pemulangan jamaah pada 2014," katanya.

Kemudian, sebutnya, untuk pembangunan aula sendiri dibangun tiga lantai. Lalu akan ditambah dengan pembangunan gedung khusus yang baru, dan perbaikan atau renovasi setiap asrama.

"Dalam tahap pengerjaan itu Insya Allah seelsai bulan Desember, untuk persiapan musim haji 20115. Fokus yang dikerjakan untuk saat ini adalah gedung asrama, alua kedatangan, dan dialamnya terdapat dua gedung baru yang memang dibangun pada terletak pada lahan kosong yang telah disediakan," jelasnya.

Namun, kedepannya gedung ini bisa menampung sejumlah kegiatan jamaah dan juga dapat memfasilitasi semua kebutuhan jamaah haji Sumbar, khususnya Kota Padang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement