REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kembalinya Mario Balotelli ke timnas Italia disambut dengan beraneka ragam pandangan ketika penyerang Liverpool itu bersiap untuk mengakhiri pengasingannya dengan potensi bermain saat melawan Kroasia pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 pekan depan.
Balotelli tidak pernah bermain untuk Italia sejak Azzurri tersingkir di putaran pertama Piala Dunia 2014 Brasil dan sampai pemanggilannya pada Minggu ia ditepikan oleh pelatih baru Italia, Antonio Conte, untuk tiga pertandingan pertama mereka di kualifikasi Grup H.
Penyerang 24 tahun itu tidak asing dengan kontroversi setelah menghabiskan dua setengah tahun di Liga Primer Inggris bersama Manchester City di mana ia absen dari 11 pertandingan domestik setelah membawa klub itu ke pengadilan menyusul keputusan mereka untuk mendendanya sebanyak dua pekan gaji untuk catatan disiplinnya yang buruk.
Setelah kembali ke Italia pada Januari 2013 untuk menghabiskan 18 bulan bersama AC Milan, Balotelli direkrut Liverpool pada musim panas ini namun ia gagal bersinar. Lebih buruk lagi, ia gagal mencetak gol di liga.
Keputusan Conte membuat sejumlah pengamat bingung dengan apa yang dipikirkan sang pelatih timnas.
"Balotelli hanya dipanggil masuk timnas karena cedera yang diderita Lorenzo Insigne," klaim Francesco De Luca, kepala editor surat kabar Il Mattino, pada acara bincang sepak bola Il Processo di Lunedi.
Tamu lain di acara itu, mantan pemain Inter, Evaristo Beccalossi, memberikan pertimbangan serupa perihal Balotelli, yang memperkuat tim Hitam-Biru sebelum pindah ke City.
"Kita selalu berkata bahwa kehadiran Mario semestinya bergantung pada bagaimana ia bermain, namun merupakan bukti bahwa di Liverpool ia tidak tampil baik," kata Beccalossi.
"Ia mendapati bahwa sulit untuk memulai dari sana, namun Conte telah memilihnya. Pada pembelaan sang pelatih, Anda harus berkata bahwa penyerang-penyerang yang kami miliki tidak berada dalam penampilan puncak,'' katanya.