Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemerintah Diminta Jangan Gegabah Naikkan BBM

Rabu 12 Nov 2014 02:54 WIB

Rep: C88/ Red: Winda Destiana Putri

BBM

BBM

Foto: VOA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemerintah diminta untuk tidak gegabah menaikkan harga BBM. Menurut Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, masih ada alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi defisit APBN.

 

Faisal menuturkan sebaiknya meningkatkan penerimaan pajak. "Saat ini penerimaan pajak baru sekitar sepuluh persen dari yang seharusnya bisa didapat," kata Faisal.

Selain meningkatkan pajak, pemerintah juga harus menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ia mencontohkan, salah satunya renegosiasi kontrak tambang dengan pihak swasta terutama asing. Selama ini dalam kontrak yang tertuang Indonesia hanya memperoleh bagi hasil yang sedikit.

Seandainya upaya-upaya itu konsisten dilakukan maka Faisal optimistis pendapatan negara akan terdongkrak dan kemampuan pemerintah dalam  membangun infrastruktur juga meningkat. "Sayangnya strategi itu belum banyak digembar-gemborkan," imbuhnya.

Faisal menambahkan, jika pemerintah menaikkan harga BBM maka akan menaikkan gini ratio. Artinya, jumlah masyarakat miskin bakal bertambah dan ketimpangan sosial akan semakin melebar.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile