Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Prancis Akui Palestina, Israel: Itu Tidak Bertanggung Jawab

Senin 24 Nov 2014 07:14 WIB

Red: Agung Sasongko

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri ISrael, Benjamin Netanyahu menyatakan tindakan Prancis mengakui negara Palestina merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. "Saya khawatir soal ini. Karena apa yang meeka berikan adalah pengakuan kepada sebuah negara yang tidak menghargai perdamaian," kata dia seperti dilansir Alarabiya, Senin (24/11).

 

Menurut Netanyahu, Palestina menginginkan berdirinya sebuah negara tapi tidak untuk mengakhiri perang dengan Israel. Melainkan melanjutkan perang guna memperluas perbatasannya. "Lihat apa yang terjadi. Setiap kali kami memberikan wilayah untuk Palesstina, misalnya Gaza, Iran memasuki Gaza dengan menembakan ribuan roket ke Israel. Apakah Prancis membahas soal ini," keluhnya.

Komentar ini muncul sehari setelah Israel menyetujui proposal kontroversial yang menganggap Israel sebagai tanah air Yahudi. Rancangan Undang-Undang (RUU) itu tinggal menunggu persetujuan parlemen. Sementara, di dalam negeri Israel, warga keturunan Arab mengelar aksi protes menentang RUU tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile