Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

ITJ : Belum Lama Menjabat, Pemerintah Sudah Wacanakan Isu Sensitif bagi Umat

Selasa 16 Dec 2014 12:38 WIB

Rep: cr05/ Red: Joko Sadewo

Polemik Kolom Agama EKTP

Polemik Kolom Agama EKTP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Litbang Ormas Islam Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Ustaz Akmal menilai pemerintah mulai mewacanakan kebijakan yang sangat sensitif bagi umat Islam.

 

"Bahkan wacana itu saya nilai aneh sekali. Pemerintahan ini belum lama menjabat, sudah membuat umat Islam kecewa," ujar Ustaz Akmal kepada Republika Online  (ROl), Selasa (16/12).

Semua usaha pemerintah itu, menurutnya, justru memperlihatkan 'niat' untuk meliberalisasi bangsa. Atau didefiniskan melepaskan agama dari masyarakat.

Beberapa wacana kebijakan yang sempat dikeluarkan pemerintah, menurut dia, cenderung sangat liberal. "Kita bukan negara liberal, kita masyarakat yang sangat mementingkan agama," katanya. Pemerintah, lanjut dia, tidak semestinya tidak memunculkan wacana kebijakan yang memicu keresahan umat Muslim.

Diingatkannya, bila masih membuat resah, lambat laun pemerintahakan kehilangan legitimasinya. Ia juga sekaligus sepakat dengan pendapat Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain, jika simbol-simbol Islam terasa sudah mulai dipreteli.

"Begini, UU perkawinan saja misalnya, itu bukan sekadar simbol tetapi masalah akidah. Soal doa di sekolah juga bukan hanya simbol melainkan lebih dari itu. Maka kalau itu pelan-pelan dihilangkan, pendapat itu ada benarnya," kata dia.

Beberapa wacana kebijakan dimaksud antara lain seperti revisi pasal perkawinan, revisi peraturan pendirian rumah ibadah, penghapusan Kemenag, pengosongan kolom agama di KTP, revisi Tatib berdoa di sekolah negeri dan sebagainya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile