Oleh: Abdillah Onim, Relawan Indonesia di Gaza, Palestina
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hari ini, Senin (5/1), Jalur Gaza mengalami krisis kesehatan akibat lumpuh totalnya seluruh rumah sakit dikarenakan aksi mogok kerja pegawai medis. Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak membayar gaji mereka lebih dari 7 bulan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr Asyraf Al Qadra mengatakan, dalam pernyataan resminya yang ditulis di akun resmi facebook, "Bahwa rumah sakit rumah sakit di Jalur Gaza mengalami lumpuh total akibat berhentinya kegiatan para karyawan rumah sakit sebagai bentuk protes karena kabinet Palestina Bersatu tidak menggaji mereka selama lebih dari 7 bulan secara berturut turut."
Qadra menambahkan, terdapat beberapa pekerjaan yang berhenti seperti bagian operasi, inkubasi anak, perawatan intensif, kelahiran, dan berbagai bagian vital lainnya di seluruh rumah sakit di Jalur Gaza. Ia juga menegaskan, aksi mogok kerja ini juga menyebabkan bahaya bagi kesehatan para pasien, terutama karena dijadwalkan sedikitnya 200 kegiatan operasi diseluruh rumah sakit akan berhenti hari ini.
Sebelumnya, para karyawan umum di Gaza mengumumkan pekan lalu akan meningkatkan berbagai aksi protes, hal tersebut juga dikarenakan pemerintah Palestina hingga saat ini enggan membayarkan gaji mereka.
Melalui juru bicara resminya, pemerintah Palestina mengumumkan, mereka hanya akan membayar gaji para pegawai lama yang bekerja dengan otoritas palestina. Krisis bahan makanan untuk para pasien pun hingga kini belum teratasi. Kini, situasi itu diperparah aksi mogok kerja petugas medis karena hak mereka belum dibayar.