Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Hadiri Harlah PPP Kubu Romi, Keberpihakan Pemerintah Dipertanyakan

Selasa 06 Jan 2015 09:48 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Mansyur Faqih

PPP

PPP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedatangan Menkopolhukam, Tedjo Eddy Purdijatno ke perayaan hari lahir (harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Surabaya memicu pertanyaan. Karena, PPP saat ini masih berkonflik dan menjalani proses hukum. 

Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menilai, ada makna di balik hadirnya menkopolhukam di harlah PPP versi M Romahurmuziy (Romi). Apalagi, saat PPP kubu Djan Faridz juga menyelenggarakan harlah serupa. 

"Itu jadi satu kenyataan yang penuh makna," kata Margarito pada Republika, Selasa (6/1).

Terlebih, imbuh dia, konflik PPP meruncing setelah keluarnya SK menkumham yang mengesahkan kubu Romy. Menurut Margarito, walaupun sekadar datang, menkopolhukam membuat jelas ada benang merah antara pemerintah dan PPP kubu Romy. 

Sebab, menkopolhukam merupakan koordinator dari menkumham. "Ada relasi fungsi antara menkopolhukam dan menkumham di sini," imbuh Margarito.

Hal itu, kata dia, membuat kisruh internal PPP semakin menarik. Dari sudut pandang hukum tata negara, apa yang dilakukan pemerintah itu patut dipersoalkan. 

Margarito mengaku, bersemangat jika ditunjuk sebagai saksi ahli di kisruh PPP itu. Karena banyak kenyataan yang perlu ditanyakan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile