Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gunung di Tonga Meletus, Maskapai Australia dan Selandia Baru Batal Terbang

Selasa 13 Jan 2015 10:37 WIB

Red:

Sebuah gunung berapi bawah laut yang terletak di 10-12 kilometer lepas pantai Tongatapu, Tonga, meletus pada tahun 2009

Sebuah gunung berapi bawah laut yang terletak di 10-12 kilometer lepas pantai Tongatapu, Tonga, meletus pada tahun 2009

Foto: AFP

REPUBLIKA.CO.ID, TONGA -- Abu vulkanik dari gunung berapi bawah laut yang terletak di barat laut Ibu Kota Tonga, telah memaksa beberapa maskapai untuk membatalkan penerbangannya.

Pihak maskapai Air New Zealand mengatakan, aktivitas gunung berapi yang sedang berlangsung di Tonga, yang terletak di Pasifik selatan ini, menyebabkan pembatalan beberapa penerbangan yang menghubungkan Selandia Baru dan Tonga.

Penerbangan dengan nomor NZ970, yang bertolak dari Auckland ke Nuku'alofa kemarin, dialihkan ke Samoa dan kemudian kembali ke Auckland. Penerbangan lain dari Nuku'alofa ke Auckland juga dibatalkan.

 

Perusahaan penerbangan asal Selandia Baru ini mengatakan, layanan reguler pada Selasa (13/1) juga dibatalkan, begitu pula layanan perjalanan tambahan yang dimaksudkan untuk mengakomodasi penumpang yang terkena dampak pada Senin (12/1).

Maskapai Air New Zealand mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan layanan tambahan akhir pekan ini, untuk mengakomodasi pelanggan yang terkena dampak, tapi itu akan bergantung pada kondisi jalur udara.

Sementara maskapai Virgin Australia mengatakan, beberapa penerbangannya dari dan ke Tonga juga telah dibatalkan karena awan abu vulkanik.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile