Selasa 27 Jan 2015 16:41 WIB

Jonan: Garuda Harus Jadi Pelopor Keselamatan Penerbangan Indonesia

Rep: C78/ Red: Winda Destiana Putri
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atas pencapaian PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dalam memeroleh predikat Maskapai Bintang Lima dari Skytrax, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta agar Garuda bisa menjadi pelopor keselamatan dalam industri penerbangan tanah air. 

"Makanya, manajemen Garuda yang baik ini jangan hanya berhenti sampai di penghargaan ini saja," tuturnya dalam acara penganugerahan Maskapai Bintang Lima bagi Garuda Indonesia pada Selasa (27/1).

Pengembangan dalam hal pelayanan agar tetap menjadi maskapai terbaik penting dilakukan dalam rangka mempertahankan gelar tersebut. Khususnya, kata Jonan, pelayanan dalam menjaga keselamatan dan keamanan selama penerbangan.

Dalam kesempatan tersebut, Jonan juga mengungkapkan akan menerapkan safety riding bagi seluruh maskapai penerbangan di Indonesia mulai Februari 2015. Tujuannya untuk membenahi industri penerbangan di Indonesia.

"Banyak yang akan tidak suka dengan keputusan saya, tapi ini harus dilakukan, untuk itu diharapkan Garuda harus bantu pemerintah," tuturnya. Ia meminta agar seluruh maskapai nantinya dapat bersifat terbuka. Menurutnya selama ini industri maskapai merupakan industri yang hingar bingar tapi bersifat tertutup.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement