Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Yayuk Basuki: Pendidikan Anak Jalanan Butuh Perhatian Bersama

Senin 09 Mar 2015 16:02 WIB

Red: Angga Indrawan

Yayuk Basuki

Yayuk Basuki

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Anggota komisi X DPR RI, Yayuk Basuki menyebut pemenuhan buku-buku bagi anak-anak jalanan di beberapa daerah, masih belum optimal. Yayuk mengaku akan terus mengupayakan kepada pemerintah untuk fokus pada pemenuhan buku-buku bagi pendidikan anak, terlebih bagi mereka yang belum terjangkau pendidikan formal.

"Pendidikan murah, serta kuantitas dan kualitas bacaan anak-anak untuk pendidikan masih begitu kurang," ujar Yayuk usai mengunjungi sejumlah komunitas pendidikan di Depok, Kota Semarang, Ahad (8/3).

Dalam agenda reses masa sidang II tersebut, pemilik nama Nany Rahayu Basuki itu bersilaturahim ke sejumlah komunitas pendidikan yang menaungi beberapa kelompok anak jalanan dan kurang mampu. Kepada sejumlah perwakilan komunitas, Yayuk siap berkomitmen untuk terus menampung aspirasi mereka kepada pemerintah. Dalam kesempatan itu, Yayuk juga membagi pengalamannya kepada anak-anak jalanan.

"Komisi X akan terus mengawasi agar program pemerintah pusat terkait dengan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tepat sasaran," kata politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Yayuk berharap, dengan adanya rumah aspirasi, anggota DPR dengan para konstituen akan memiliki komunikasi yang baik. Perempuan kelahiran 30 November 1970 itu yakin pendidikan Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil, akan berangsur baik.

"Butuh komitmen yang tegas dan melibatkan semuan lapisan masyarakat," tambah anggota dewan dari Dapil Jawa Tengah I (Kab. Kendal, Kab. Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Semarang) tersebut.

Agung, perwakilan salah satu komunitas pendidikan Semarang berharap pertemuan seperti ini bisa terus dilaksanakan.

"Pendidikan masih  butuh perhatian lebih, pemenuhan kualitas perpustakaan, hingga para relawan untuk anak-anak jalanan," ujar perwakilan Komunitas Harapan tersebut.

Selain Agung, perwakilan komunitas juga dihadiri Rumah Pintar Pandanaran, Sahabat Tenggang, HI Mengajar Undip, Rumah Pintar Bang Jo, Komunitas Satu Atap, Sekolah Peradaban, dan Komunitas Lensa (Lentera Nusantara).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile