REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia geram dengan isu supervisor pengendali lalu lintas udara (ATC) yang tidur ketika Malaysia Airlines MH370 menghilang. Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai berjanji akan mengambil langkah jika isu tersebut benar.
''Kami sedang melakukan penyelidikan internal dan jika ada kesalahan apapun, kami akan ambil tindakan,'' kata Tiong Lai, dikutip News.au, Jumat (13/3).
Dalam laporan sementara yang diterbitkan Ahad, terdapat transkrip percakapan antara pihak maskapai dengan ATC Kuala Lumpur. Empat setelah MH370 menghilang dari radar, staf ATC baru mengatakan ia akan membangunkan supervisornya untuk mengonfirmasi keterangan lokasi pesawat.
Pesawat Boeing 777 itu membawa 239 orang di dalamnya termasuk kru pesawat. Pesawat tidak terdeteksi dari radar beberapa jam setelah lepas landas. Pesawat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.