Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penyebar Berita 'Lee Kuan Yew telah Wafat' Ternyata Anak Remaja

Jumat 20 Mar 2015 14:47 WIB

Rep: C15/ Red: Didi Purwadi

Lee Kuan Yew

Lee Kuan Yew

Foto: AP PHOTO

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Kepolisian Singapura sudah menetapkan satu tersangka penyebar berita palsu yang menyebutkan mantan perdana menteri Singapura, Lee Kuan Yew, telah meninggal dunia. Meski penyelidikan belum usai, Kepolisian Singapura sudah mendapat satu nama.

Salah satu penyebar berita bohong tersebut ternyata adalah seorang mahasiswa dibawah umur. Hingga kini masih belum diketahui motif apa yang melatar belakangi pria berusia 16 tahun ini. Kepolisian Singapura berhasil mendapatkan foto dari CCTV terkait pemuda tersebut.

''Tersangka adalah mahasiswa singapura, dibawah umur, hingga saat ini ia diduga bekerja sendirian," ujar salah satu polisi Singapura, seperti dilansir Channel Asia, Jumat (20/3).

Mahasiswa tersebut beroperasi dengan menggunakan komputer dan berusaha meyakinkan publik dengan menuliskan pesan berantai yang berisi mantan PM Singapura telah meninggal dunia. Pria tersebut terancam dikenakan hukuman denda 50.000 dolar singapura dan ancaman penjara lebih dari 10 tahun.

Ajun Komisaris Besar Polisi Sekher Warreir selaku kepala Departemen Investigasi memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan hal serupa. Sebab, membohongi publik merupakan suatu tindak pidana yang berdampak pada hukuman berat.

Ditemui ditempat berbeda, Ketua Litigasi Pidana, Shashi Nathan mengatakan, seharusnya pihak kepolisian Singapura tidak gegabah menetapkan tersangka. Karena, menurut Nathan, waktu penyelidikan belum selesai dan pihak kepolisian belum mempunyai cukup bukti untuk menetapkan pria tersebut sebagai tersangka.

Sekalipun anak muda tersebut tertangkap, ia akan diadili dibawah pengadilan anak dan dimungkinkan tidak akan dihukum secara berat seperti membayar ganti rugi. "Ini mungkin lelucon anak muda, meskipun memang berbahaya," tambahnya.

Nathan juga mengatakan, jika memang terbukti bersalah, pria berusia enam belas tahun ini harusnya bukan dihukum secara penjara, tetapi lebih diberikan penyuluhan dan pendampingan untuk rehabilitasi sikap.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile