Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bahaya Makanan Penutup alias Dessert

Rabu 01 Apr 2015 05:59 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Makanan pencuci mulut umumnya kaya gula.

Makanan pencuci mulut umumnya kaya gula.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, Kita hidup di dunia yang manis. Kita semua tahu bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula tidak baik untuk kesehatan. Sebuah tim peneliti dari Universitas Utah menggunakan tikus untuk melakukan studi tentang efek negatif gula.

Gula tak hanya ditemukan dalam permen, tetapi juga pasta, kerupuk, bahkan makanan penutup alias dessert. Kandungan gula di dalam sepiring kecil dessert atau hidangan pencuci mulut, seperti puding, es krim, atau gelato bisa menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi rutin.

Dilansir dari Time for Kids, Rabu (1/4), ahli kesehatan menyarankan Anda untuk mengendalikan konsumsi gula demi kesehatan jangka panjang. Gula dapat menyebabkan perubahan jangka pendek dalam tubuh dan bisa memperpendek umur.

Para ilmuwan memberikan tikus yang menjadi bahan percobaan dengan gula yang 25 persen lebih banyak selama 58 pekan. Persentase ini setara dengan diet manusia sehat yang rutin mengonsumsi tiga kaleng minuman bersoda setiap harinya.

"Temuan ini mendeteksi terjadi kenaikan berat badan signifikan pada tikus dan juga masalah jantung," kata peneliti, James Ruff. Beberapa gula yang kita konsumsi berasal dari dessert yang kita makan, juga permen, soda, dan kue kering. Banyak dari kandungan gula sebenarnya yang disembunyikan oleh perusahaan makanan. Bahkan sukrosa dan fruktosa adalah sebutan lain gula.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile