Rabu 08 Apr 2015 16:49 WIB

Jokowi tak Mau Memanjakan Pengusaha

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Angga Indrawan
 Presiden Indonesia Joko Widodo, tengah, duduk di samping Chairman Proton Holdings Bhd. Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak jelang penandatanganan nota kesepahaman antara Proton and PT Adiperkasa Citra Lestari, di Shah Alam, M
Foto: AP
Presiden Indonesia Joko Widodo, tengah, duduk di samping Chairman Proton Holdings Bhd. Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak jelang penandatanganan nota kesepahaman antara Proton and PT Adiperkasa Citra Lestari, di Shah Alam, M

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tak akan membuat kebijakan yang memanjakan pengusaha. Jokowi menilai, kenaikan BBM yang berimbas pada naiknya harga barang baku harusnya membuat pengusaha menjadi lebih kreatif.

"Yang namanya enterpreneur, semakin dihadapkan pada tantangan dia akan semakin kokoh untuk melihat peluang-peluang yang ada. Enggak bisa kita menjadi entrepreneur kemudian minta dimanjakan," ujarnya usai meresmikan pameran kerajinan tangan INACRAFT di JCC, Rabu (8/4).

Presiden menambahkan, banyaknya serangan produk dari Cina juga harus memicu semangat para pengusaha agar dapat bersaing di pasar asing.

Kendati demikian, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tetap akan berperan untuk memajukan industri kreatif dalam negeri melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEK). Badan itulah yang akan memberikan pembinaan dan mendukung para pelaku industri kreatif agar dapat menguasai pasar, baik di dalam mapupun luar negeri.

Namun, meski sudah dua bulan terbentuk, Badan Ekonomi Kreatif yang diketuai Triawan Munaf hingga kini belum memiliki struktur organisasi yang lengkap. Sehingga, belum dapat berfungsi maksimal.

"Kita masih menata organisasinya, masih melihat prioritas mana yang didahulukan," ucap Jokowi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement