Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Yuk, ke Pameran Permainan Tradisional di Museum Nasional

Sabtu 23 May 2015 06:12 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga ikut meramaikan Festival hari Museum Internasional dan 237 Tahun Museum Nasional Indonesia di Museum Nasional Jakarta, Ahad (17/5).  (Republika/Wihdan)

Warga ikut meramaikan Festival hari Museum Internasional dan 237 Tahun Museum Nasional Indonesia di Museum Nasional Jakarta, Ahad (17/5). (Republika/Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Museum Nasional mengadakan pameran permainan tradisional di Gedung B. Pameran itu termasuk dalam rangkaian acara Festival Hari Museum Internasional.

"Dalam permainan tradisional terdapat nilai budaya, kearifan dan nilai kehidupan yang bisa diambil. Pameran ini ditujukan kepada generasi muda agar mengenal budaya bangsanya," kata Kepala Seksi Promosi Museum Nasional Oting Rudy Hidayat di Museum Nasional, Sabtu (23/5).

Pameran diadakan mulai 23 -24 Mei 2015 dan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Oting menargetkan setiap harinya akan ada 100 pengunjung yang datang ke pameran tersebut.

Pada hari pertama pameran jumlah peserta yang datang sebanyak 134 orang, Oting menyambut bahagia dengan antusias masyarakat yang mengujungi pameran permainan tersebut.

Ada 15 permainan yang dipamerkan dan bisa dimainkan langsung, seperti permainan "dam-daman", "bedil jepret", "bedil karet" dan "rorodaan". Pengunjung bisa ikut langsung membuat permainannya sendiri seperti membuat "kris-kerisan" dan melukis layangan.

Museum Nasional atau yang dikenal dengan Museum Gajah menggandeng Komunitas Hong untuk memandu para pengunjung yang datang ke pameran tersebut. Museum Nasional berharap pameran tersebut dapat menjadikan orangtua dan anaknya semakin akrab dalam nuansa permainan tradisional.

"Pembuatan beberapa jenis permainan bisa membuat anak-anak dapat menciptakan maupun memodifikasi permainan sehingga memicu berpikir kreatif," kata Oting.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile