Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Negara G7 Desak Kode Etik untuk Bankir

Sabtu 30 May 2015 00:56 WIB

Red: Satya Festiani

Bank sentral Jerman, Bundesbank

Bank sentral Jerman, Bundesbank

Foto: reuters

REPUBLIKA.CO.ID, DRESDEN -- Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara terkaya di dunia yang tergabung dalam Kelompok Tujuh (G7) mendesak "kode etik" bagi para profesional perbankan, Gubernur Bank Sentral Jerman Jens Weidmann, mengatakan Jumat (29/5).

Gubernur Bundesbank mengatakan Kelompok Tujuh negara -- Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat -- "mendorong" Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) untuk "mulai mengerjakan kode etik tersebut."

FSB adalah sebuah badan internasional yang memantau dan membuat rekomendasi tentang sistem keuangan global. Lembaga ini berbasis di kota Basel, Swiss, dan dipimpin oleh Gubernur Bank of England (bank sentral Inggris) Mark Carney.

Sektor perbankan telah datang di bawah kecaman di seluruh dunia setelah gelombang skandal yang berbeda seperti kecurangan suku bunga dan pasar mata uang asing.

Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7, Weidmann mengatakan kode etik akan membatasi dan akan tetap menjadi salah satu yang bersifat sukarela.

"Sudah jelas bahwa pengaturan dan pengawasan telah membatasi mereka. Tetapi pada akhirnya ini adalah tentang integritas pribadi," kata Weidmann.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile