REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA – Toni Freixa, salah satu calon presiden Barcelona, menuding kepergian Gerard Deulofeu dari klub membuktikan bahwa sistem klub saat ini sedang tidak bekerja dengan baik.
Sebagaimana diketahui, pemain berusia 21 tahun itu dipatenkan kontraknya secara permanen oleh Everton karena dia tidak masuk dalam rencana pelatih Luis Enrique musim depan.
Sedangkan David Vilajoana, yang akan menjadi ketua departemen sepak bola jika Freixa berhasil menjadi presiden Barca, juga mengatakan hal yang sama.
“Seorang pemain berbakat seperti Deulofeu yang pindah ke Everton merupakan model kegagalan saat ini,” kata Vilajoana yang dilansir Football Espana, Jumat (19/6).
Berbicara di sebuah acara untuk menguraikan misinya untuk Barcelona, Freixa mengatakan akan mengupayakan La Maisa menjadi akademi sepak bola paling sukses di dunia.
Selain itu ia juga mengusulkan sistem baru dalam menilai bakat para pemain, yang akan melibatkan komite. Dimana dia ingin Johan Cruyff menjadi bagian dari usulannya tersebut.
Bagi Freixa itu adalah usulan ynag revolusioner dan perlu untuk diterapkan. Dan dia juga menambahkan bahwa selama ini Barcelona belum mampu menandatangani pemain hingga sejumlah 180 juta euro setiap musim panas. Mungkin dia akan mencapai itu jika dia terpilih menjadi presiden.