Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Obama Larang Warganya Bayar Uang Tebusan pada Penyandera

Rabu 24 Jun 2015 15:46 WIB

Rep: c23/ Red: Karta Raharja Ucu

Presiden AS Barack Obama.

Presiden AS Barack Obama.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membuat kebijakan untuk menangani situasi penyanderaan yang melibatkan warganya.

Kebijakan ini nantinya akan mengilegalakan masyarakat AS untuk membayar uang tebusan guna melepaskan anggota keluarganya yang disandera.

Keputusan Obama diambil setelah bertemu dengan keluarga-keluarga korban penyanderaan. Di antara mereka, terdapat anggota keluarganya yang disandera di luar negeri.

"Perubahan kebijakan ini akan memungkinkan petugas pemerintah untuk memfasilitasi negosiasi antara keluarga yang disandera dengan penyandera," kata seorang pejabat AS, seperti dilaporkan BBC News, Rabu (24/6). Dengan kebijakan itu pula, Pemerintah AS akan dilarang membayar uang tebusan atau tawaran konsesi lainnya.

Perubahan kebijakan ini lahir setelah dilakukan peninjauan selama enam bulan di sana. Namun Gedung Putih telah menegaskan kebijakan pelarangan pembayaran tebusan pada penyandera ini telah diterapkan.

Situasi berbeda terjadi di Eropa. Pemerintah Eropa justru melakukan hal sebaliknya, yakni membayar tebusan untuk melepaskan warganya dari penyanderaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile