Ahad 12 Jul 2015 15:57 WIB

Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Bilal Ramadhan
Ribuan warga negara asing antre mendapatkan informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (10/7). (Antara/Nyoman Budhiana)
Ribuan warga negara asing antre mendapatkan informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (10/7). (Antara/Nyoman Budhiana)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Sesuai rencana, Bandara Ngurah Rai, Bali dibuka kembali pada 16.00 WITA. Humas PT Angkasa Pura I, Shively mengatakan, dibukanya kembali kegiatan operasional di bandara internasional itu, karena kondisi dianggap aman.

Shively menolak memberikan keterangan, bagaimana nasib ribuan penumpang yang penerbangannya dibatalkan. "Silahkan dikonfirmasi saja ke maskapainya masing-masing," kata Shively.

Bandara Ngurah Rai beberapa kali mengalami buka-tutup kegiatan penerbangannya. Pertamakali penutupan dilakukan pada Kamis (9/7) malam dan recnana pembukaan bandara pada Jumat siang ditunda. Bandara baru dioperasikan kembali pada Sabtu. Saat ini pelayanan penumpang diperuntukkan bagi penerbangan yang sesuai jadwalnya.

Sementara itu pada Ahad (12/7) sekitar 10.30 WITA, Bandara Ngurah Rai ditutup dan dan dibuka kembali pada 16.00 WITA. GM PT AP I Trikora Harjo mengatakan, penghentian operasi dan pengoperasian kembali Bandara Ngurah Rai, sangat tergantung pada aktivitas Gunung Raung, Situbondo Jawa Timur.

"Kalau BMKG menyatakan sudah aman ya kegiatan bandara kita buka lagi," kata Trikora.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement