Kamis 16 Jul 2015 12:51 WIB

Warga Brebes Selatan Harus Tempuh Lebih dari 100 Kilometer untuk Buat SIM

Rep: dyah ratna meta novia/ Red: Muhammad Hafil
Warga mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Warga mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Fikri Faqih mengatakan, kalau mau melakukan pemekaran Kabupaten Brebes Selatan sebaiknya proses di tingkat kabupaten dituntaskan terlebih dahulu. Dari Naskah Akademik (NA) sampai terbit usulan formal dari Kepala Daerah (KDh) dan keputusan paripurna DPRD.

"Ini perlu dilakukan agar di tingkat berikutnya berjalan lebih mudah," kata Fikri, Kamis (16/7).

Misalnya, terang dia, adanya keluhan dari masyarakat terkait jarak pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih sangat jauh dari tempat tinggal. Masyarakat masih harus menempuh lebih dari 100 kilometer  untuk membuat SIM.

"Bahkan, masyarakat di Brebes Selatan masih mengeluhkan pembuatan SIM yang harus menempuh 112 km jarak dari rumah ke Ibukota Brebes," ujarnya.

Selain itu, kata Fikri, juga terungkap masih ada urusan-urusan lain dari pemerintah daerah yang belum didistribusikan kewenangannya di tingkat kecamatan atau desa. Ini perlu diselesaikan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement