Senin 14 Sep 2015 16:19 WIB

Soal Match Fee Piala Kemerdekaan, Tim Transisi: Hanya Kurang Rp 1 Miliar, Seribu Persen Bisa Kita Sanggupi

Rep: Bambang Noroyono/ Red: M Akbar
Piala Kemerdekaan
Foto: Ongisnade
Piala Kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Transisi menjamin akan memenuhi match fee (kompensasi pertandingan) sejumlah klub peserta Piala Kemerdekaan 2015. Anggota tim transisi, Cheppy Triprakoso Wartono, mengatakan pihaknya berjanji akan menyelesaikan tunggakan hak peserta kompetisi itu dalam pekan ini.

Mantan anggota Komisi X DPR RI itu mengatakan pihaknya tak pernah berniat untuk menunda hak para peserta turnamen. Namun semua klub dan para pihak terkait Piala Kemerdekaan, kata dia, harusnya dapat mengerti persoalan administratif untuk pencairan anggaran dari para sponsor.

"Bukan kita (tim transisi) sengaja. Kita usahakan pekan ini dicairkan," ujar Cheppy ketika dihubungi, Senin (14/9).

Cheppy mengatakan, komunikasi terakhir antara tim transisi dan para sponsor menghendaki agar pencairan anggaran dilakukan setelah Piala Kemerdekaan pungkas. Sebab, para sponsor meminta adanya laporan akhir dari penyelenggaraan turnamen bikinan tim transisi dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) itu.

Ia mengatakan, Piala Kemerdekaan baru tuntas pada Ahad (13/9). Menurut dia, menjadi wajar jika tim transisi belum bisa memenuhi sisa tunggakan match fee pertandingan. Dia juga mengaku sebenarnya jumlah tunggakan tersebut relatif kecil.

Saat ini match fee yang tersisa hanya untuk pertandingan Kalteng Putra FC, Persekap Pasuruan dan Perserang FC. Masing-masing tersisa haknya senilai Rp 125 juta, dengan rincian Rp 50 juta untuk pertandingan pada babak penyisihan group, dan Rp 75 juta untuk babak perempat final.

"Hanya kurang dari satu miliar (rupiah) saja. Seribu persen pasti kita sanggupi semua. Inikan cuma masalah administratif saja," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement