REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kota Padang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Pulau Sumatera, meski pada hari Ahad (11/10) kemarin, kota itu sempat diguyur hujan.
"Jarak pandang masih terbatas hanya 2.000 meter sama dengan hari sebelumnya," ujar Analisis Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Jeni Andrean di Padang, Senin (12/10).
Menurutnya, hujan yang mengguyur kota Padang sehari sebelumnya hanya mampu mengurangi kabut asap pada hari itu, setelah itu karena bersifat kiriman kabut kembali datang.
"Selama sumber api belum padam, maka asap akan terus ada apalagi saat ini angin berembus dari selatan ke tenggara," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengimbau masyarakat menggunakan penutup hidung dan mulut berupa masker disposable (masker kesehatan sekali pakai) agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat kabut asap.
"Warga sebaiknya menggunakan masker disposable berwarna hijau-putih yang biasa dijual di apotek. Masker ini sudah dilengkapi dengan kawat yang dapat melekatkan ke hidung dan penyaring debu," katanya.
Ia mengatakan penggunaan masker disposable lebih disarankan dibanding jenis lain karena terdiri dari tiga lapisan yang dapat meminimalisir terhirupnya molekul debu.