Senin 26 Oct 2015 09:34 WIB

Jarak Pandang Terbatas, Pagi Ini Penerbangan dari Padang Ditunda

Rep: Umi Nurfadilah/ Red: Nidia Zuraya
Perempuan mengendarai motor melewati kabut asap di Palangkaraya (23/10).
Foto: EPA
Perempuan mengendarai motor melewati kabut asap di Palangkaraya (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepekatan kabut asap kiriman yang menyelimuti Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya membuat jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terbatas. Hal tersebut mengakibatkan terdelainya sejumlah aktivitas penerbangan di BIM.

"BIM tidak pernah tutup, cuma pengaruh asap ada, sehingga jarak pandang 700 meter, di bawah standar," kata Kadiv Operasi Angkasa Pura II BIM, Alzog Pendra Budhi, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, aktivitas penerbangan masih bisa berjalan dengan jarak pandang 900 meter. Namun, akibat kepekatan kabut asap yang menyelimuti BIM, otomatis pihak bandara tidak merilis //take off// dan //landing//. Ia mengatakan, pagi ini ada tiga pesawat yang batal mendarat akibat jarak pandang yang terbatas di BIM.

"Sekarang di bandara ada ratusan penumpang yang pesawatnya terdelay," ujar Alzog.

Ia belum bisa memastikan sampai kapan jarak pandang di BIM kembali normal.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Budi Imam Samiaji menuturkan, jarak pandang tersebut disebabkan masih belum jelasnya arah angin. Menurutnya, kondisi jarak pandang yang terbatas tersebut dapat bertahan sampai siang.

"Biasanya kalau siang ada angin, bisa membaik. Namun pagi ini masih belum ada angin," tutur Budi menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement