Sabtu 14 Nov 2015 16:29 WIB
Serangan Teroris Paris

'Jangan Menuduh Kelompok Tertentu atas Serangan di Paris'

Rep: Qommaria Rostanti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Polisi Paris mengamankan gedung konser Bataclan setelah aksi penembakan Jumat malam.
Polisi Paris mengamankan gedung konser Bataclan setelah aksi penembakan Jumat malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTA MONICA -- Hingga kini belum ada satupun pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Paris, Prancis. Salah satu pakar terorisme di Santa Monica, Brian Michael Jenkins, mengatakan publik jangan langsung menuduh satu kelompok tertentu sebagai pelaku penyerangan yang menewaskan sedikitnya 100 orang ini.

"Kita seharusnya tidak secara otomatis berpikir itu direncanakan oleh salah satu kelompok ekstremis yang beroperasi dari Suriah dan Irak," ujarnya seperti dikutip dari The Press Enterprise, Sabtu (14/11).

Penasihat senior Presiden Santa Monica yang berbasis di Rand Corp ini mengatakan bisa jadi beberapa kelompok ekstremis akan melakukan operasi ini untuk menghormati kelompok lain seperti ISIS. "Namun belum ada bukti belum bahwa ini berhubungan dengan perencanaan terpusat," ujar Jenkins

Serangan tersebut mengagetkan, tapi tidak mengherankan. Beberapa tembakan terjadi di sejumlah lokasi, termasuk di ruang konser di mana band Eagles of Death Metal sedang bermain.

Target pelaku berupa tempat pertemuan publik bukanlah hal yang baru. Penyerangan semacam itu, kata Jenkins, juga pernah terjadi di festival musik, restoran, pusat perbelanjaan. Serangan Paris mengingatkan kita pada November 2008 pada serangan di Mumbai, India saat kondisi sedang padat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement