Jumat 11 Dec 2015 14:05 WIB

Ruki: Pelayanan Bertele-tele Sama Saja Korupsi Tersistem

Rep: c26/ Red: Esthi Maharani
Taufiqurrahman Ruki
Foto: Teguh Indra/Republika
Taufiqurrahman Ruki

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pelaksana tugas (Plt) KPK Taufiqqurahman Ruki mengatakan perbaikan sistem di masing-masing instansi merupakan salah satu upaya mencegah korupsi. Perbaikan sistem ini meliputi keterbukaan data yang bisa diawasi oleh semua elemen masyarakat dan pimpinan.

"Jadi pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan memperbaiki sistem. Karena sistem pelayanan yang bertele-tele itu sama saja sebuah upaya korupsi yang tersistem," kata Ruki di Auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/12).

Menurutnya, sistem turut berperan memberikan kesempatan seseorang melakukan korupsi. Sistem pemerintahan yang buruk menjadikan pelaku korupsi merasa aman menjalankan aksinya.

Tak hanya itu, kesadaran seseorang yang rendah ikut menciptakan tindakan korup. Mereka menjadi serakah untuk memperkaya diri dan tak peduli meskipun hal tersebut merugikan negara.

"Kalau tindakan korupsi yang disebabkan oleh perilaku yang buruk itu biasanya didasari oleh kebutuhan atau bahkan keserakahan manusia. Bahkan, yang lebih membahayakan penyebab korupsi yang tidak kita sadari, yaitu sistem yang salah," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement