REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah tak bertanggung jawab soal ketersedian dana pelaksanaan dua turnamen sepak bola lokal, Piala Gubernur Kalimantan Timur 2016 dan Piala Marahalim 2016. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) lewat keberadaan Tim Transisi pengganti PSSI hanya sebagai badan yang merekomendasikan pelaksanaan dua turnamen tersebut.
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan di Kemenpora, Gatot Dewa Broto menerangkan, untuk Piala Marahalim penanggung jawab pelaksanaannya yaitu Yayasan Marahalim Harahap di Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan, Piala Gubernur Kalimantan Timur, Gatot mengaku belum tahu siapa yang mengambil inisiatif penanggung jawab pendanaannya.
"Yang menanggung dananya ya dari mereka. Kemenpora melalui Tim Transisi cuma merekomendasikan agar disiapkan turnamen lagi," kata Gatot saat di temui di Kemenpora, Jakarta, Selasa (15/12).
Diterangkan Gatot, Kemenpora setuju dengan penyelenggaraan dua turnamen tersebut. Tujuannya untuk mengisi kekosongan kompetisi sepak bola Tanah Air selepas vakumnya PSSI dan Liga Nasional.mSebenarnya, usai gelaran Piala Kemerdekaan 2015, September lalu, Piala Marahalim sudah direncanakan bakal menyusul gelarannya.
Klub Divisi Utama, PSMS Medan menginisiasi turnamen lokal yang vakum selama lebih dari 20 tahun tersebut. Proposal turnamen itu pun sudah disetujui oleh Tim Transisi untuk dilaksanakan pada Desember 2015. Akan tetapi, Gatot yang juga merangkap jabat Juru Bicara Tim Transisi menjelaskan, rekomendasi tersebut dimundurkan.
Pelaksanaan turnamen Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman ditakutkan mengganggu gelaran tersebut. Padahal, setelah keluarnya rekomendasi itu, sudah ada delapan klub peserta yang berminat ikut. Dua di antaranya, yaitu klub asal negeri jiran, Selangor FC Malaysia dan Yangon United Myanmar.
Sedangkan untuk Piala Gubernur Kalimantan Timur, diterangkan Gatot, pesertanya bakal tak jauh beda dengan klub-klub peserta turnamen Piala Presiden dan Jenderal Sudirman. Hanya Gatot mengatakan, untuk pembukaan turnamen tersebut, tetap harus memperhatikan waktu jeda klub peserta.
"Karena Piala Jenderal Sudirman itu selesainya 24 Januari. Jadi nggak mungkin langsung bisa ikut di turnamen lanjutan. Kasihan klub-klubnya," kata Gatot menambahkan.