Selasa 22 Dec 2015 10:28 WIB

4 Fakta Salah Star Wars yang Berkembang di Kalangan Penggemar

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Foto memperlihatkan cuplikan adegan dari Star Wars: The Force Awakens yang diberikan oleh Disney/Lucasfilm. Rencananya film yang dinanti ini akan tayang perdana Jumat (18/12) di Tanah Air.
Foto: AP
Foto memperlihatkan cuplikan adegan dari Star Wars: The Force Awakens yang diberikan oleh Disney/Lucasfilm. Rencananya film yang dinanti ini akan tayang perdana Jumat (18/12) di Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, Demam Star Wars masih berkembang di jagat perfilman Tanah Air. Semua orang berbondong-bondong datang ke bioskop untuk ikut merasakan euforia film yang seri pertamanya dirilis pada 1997 di Indonesia.

Tidak semua penonton mengetahui seluk beluk cerita di mitologi Galaxy Far, Far Away ini. Ada beberapa kesalahpahaman yang berkembang tentang jalan cerita dan tokohnya, dilansir dari Screen Rant, Selasa (22/12).

Dark Force bukan hanya milik Sith

Sepanjang enam seri film klasik garapan George Lucas ini, penonton seakan memanifestasikan pengguna energi The Force menjadi dua kubu, sisi gelap dan sisi putih. Sisi gelap (dark force) dimiliki orde Sith, sementara sisi putihnya digambarkan dalam kelompok Jedi.

Tahukah Anda? Dark Force bukan hanya milik Sith. The Nightsisters dari Planet Dathomir juga menggunakan Dark Force, tapi mereka bukanlah Sith. Mereka hanya pemberontak biasa yang memang terlatih untuk memburu Jedi.

Sith adalah golongan jahat yang memanfaatkan sisi gelap the Force untuk meraih kekuasaan mutlak serta memusnahkan para Jedi. Sith yang dalam film dipimpin oleh Darth Sidious dibantu muridnya, Darth Vader tak pernah terganggu karena perselisihan internal dan politik. Mereka adalah orde tertinggi, bahkan banyak tokoh jahat dalam cerita yang mendedikasikan diri mereka untuk melayani Sith.

Inilah alasan mengapa JJ Abrams mengklaim bahwa seri ketujuh 'Star Wars: the Force Awakens' menegaskan bahwa Kylo Ren sebenarnya bukan prajurit Sith. Dia sama halnya dengan the Nightsisters.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement