Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penyelundupan Manusia Raup Omzet Miliaran Dolar

Ahad 17 Jan 2016 04:29 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Winda Destiana Putri

Pengungsi Somalia

Pengungsi Somalia

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kelompok-kelompok kriminal telah mengeksploitasi krisis pengungsi Eropa tahun lalu dan menghasilkan uang hingga enam milar dolar AS.

Kentor penegak hukum Uni Eropa Europol mengatakan, perdagangan manusia telah menciptakan sebuah perputaran industri uang. Hal ini didorong oleh seismik pembangunan dalam perdagangan di Eropa.

Sirektur Europol Rob Wainwright mengatakan, angka tersebut ditetapkan melalui investigasi singkat dengan 1.500 pencari suaka, pengungsi dan migran ekonomi. Sebanyak 90 persen dari mereka telah membayar kepada kelompok kriminal untuk mencapai Eropa.

Ia mengatakan, rata-rata, setiap migran membayar antara tiga ribu hingga enam ribu dolar untuk fasilitator pidana perjalanan mereka. Dalam hitungan matematika sederhana, omset kelompok kriminal tersebut pada 2015 berada di kisaran tiga hingga enam miliar dolar.

"Mereka adalah tokoh-tokoh besar. (Kejahatan) itu berjalan ke miliaran dolar yang dibuat oleh jaringan kejahatan dalam satu tahun saja di Eropa," katanya dilansir dari ITV News, Ahad (17/1).

Europol mengidentifikasi 10.700 tersangka tahun lalu dari jaringan yang dimulai dari sub-Sahara Afrika ke Skandinavia.

Kegentingan ini bisa berarti penyelundup, banyak dari mereka juga mungkin terlibat dalam perdagangan narkoba. Untuk itu Wainwright meminta pemerintah dan penegak hukum bersikap tegas.

"Kami harus meningkatkan pekerjaan kami dalam hal pembongakaran infrastruktur kriminal ini dengan cara yang lebih sukses dari yang kita lakukan di masa lalu," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile