Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satu Abad Berlalu, Bangkai Kapal Selam Jerman Sisa PD I Ditemukan

Rabu 20 Jan 2016 19:04 WIB

Rep: c38/ Red: Dwi Murdaningsih

kapal selam Jerman

kapal selam Jerman

Foto: SWNS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangkai kapal selam Jerman dari masa Perang Dunia I telah ditemukan 55 mil dari lepas pantai East Anglia, Inggris. Kapal selam yang membawa lebih dari 30 awak ini diyakini telah diledakkan pada 1915.

Catatan menunjukkan, bangkai kapal selam yang hilang pada 1915 itu berada sekitar 100 kaki di bawah permukaan air laut. Bangkai kapal tersebut ditemukan oleh tim survei dari perusahaan energi Scottish Power Renewables and Vattenfall yang saat ini tengah menyusun proyek baru di East Anglia.

Dilansir dari Mirror, Kamis (21/1), para penyelam telah memindai dasar laut di selatan North Sea selama lebih dari dua tahun. Awalnya, tim berpikir mereka telah menemukan sebuah kapal selam militer Belanda yang hilang pada Juni 1940. Namun, temuan menunjukkan bangkai kapal tersebut merupakan kapal selam milik Jerman.

Kapal selam itu hilang saat melakukan patroli rutin dari Wilhelmshaven di pantai utara Jerman pada 13 Januari 1915. Direktur Proyek ScottishPower Renewables di East Anglia, Charlie Jordan, mengaku terkejut dan tertarik dengan penemuan tersebut. Puing-puing akan tetap dibiarkan di tempat semula dan perusahaan energi asal Skotlandia itu berjanji tidak akan mengutak-atiknya.

Mark Dunley, seorang arkeolog maritim di Inggris, mengatakan, "Penemuan dan identifikasi kapal selam U-31 oleh ScottishPower Renewables and Vattenfall di lepas pantai 91 kilometer arah timur dari Caister on Sea, Norfolk, merupakan prestasi yang signifikan."

Menurut dia, kerabat dan keturunan para awak kapal yang hilang di U-31 kini dapat bernapas lega setelah mengetahui tempat peristirahatan terakhir keluarga mereka. Penemuan itu juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang-orang yang hilang di laut, darat, dan udara selama Perang Dunia I.

 

baca juga:

Ini yang Dikhawatirkan Stephen Hawking Akibat Kemajuan Ilmu Pengetahuan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile