REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Delapan pria mengaku polisi merampok toko mas di kawasan Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat (Jabar), Rabu (20/1). Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menjelaskan, kasus ini murni perampokan. Diduga kuat pelaku menggunakan modus dengan berpura-pura sebagai anggota Polisi.
"Saat ini kasusnya sedang kami dalami. Kami minta masyarakat untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang yang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas kepolisian," ujar Teguh di Mapolresta Depok, Kamis (21/1).
Menurut Teguh dari hasil laporan yang diterima, korban Kurnia Ade Valentin sedang asyik terlelap tidur. Dia tak menyangka pintu kosannya digedor-gedor. Tak lama setelah digedor, pintu lantas didobrak yang memaksa Ade beranjak dari tempat tidurnya.
Saat pintu terbuka tersebut, wanita berparas ayu ini mendapati ada delapan orang berbadan tegap yang datang ke kosannya. Berdasarkan keterangan, ternyata ke delapan orang tersebut mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya. Mereka lantas menggeledah lokasi tempat kos Ade.
"Ada empat pria masuk, dengan cara mendobrak pintu. Ngakunya dari polisi yang sedang melakukan penggeledahan. Empat orang masuk ke dalam, empatnya lagi di luar. Mereka langsung mengobrak-abrik kamar dan lemari," tutur Tumpak, teman korban.
Belakangan diketahui penggeledahan tersebut hanya modus kedelapan orang tersebut untuk merampok barang berharga milik korban. Sejumlah barang yang dijarah yakni cincin emas lima gram, dan jam merk Swiss Army. "Nah, pacar saya baru sadar barang-barang berharga saya hilang setelah mereka (pelaku) pergi," terang Ade.