Senin 25 Jan 2016 15:31 WIB

OKI Gelar KTT Luar Biasa Palestina di Indonesia

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Ratusan massa melakukan aksi solidaritas untuk Masjid Al Aqsa di depan Kedutaan Besar Palestina, Jakarta.  (Republika/Yasin Habibi)
Ratusan massa melakukan aksi solidaritas untuk Masjid Al Aqsa di depan Kedutaan Besar Palestina, Jakarta. (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa mengenai Palestina di Indonesia. KTT tersebut akan membahas sejumlah masalah Palestina dan Al-Quds.

Seperti dilansir dari Emirates News Agency, Ahad (24/1), OKI menyambut baik keputusan Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa Palestina di Jakarta. Rencananya KTT akan diselenggarakan pada 6 dan 7 Maret 2016.

KTT ini diperlukan mengingat kebijakan apartheid Israel yang terus-menerus menindas rakyat Palestina serta mengubah demografi dan sosial Al-Quds, dan gangguan-gangguan lain pada Masjid Al-Aqsa.

Selama beberapa hari terakhir, Sekretaris Jenderal OKI Jenderal Iyad Ameen Madani mengatakan telah melakukan pembicaraan intensif dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riyadh Al-Malki. Madani juga telah membentuk komite tingkat tinggi untu terus mengupayakan hal itu.

Keputusan mengadakan KTT Luar Biasa datang dalam menanggapi permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk mengonsolidasikan dan memajukan upaya OKI dalam mendukung rakyat Palestina. Selain itu, Abbas juga meminta OKI membantu melestarikan tempat-tempat ibadah Muslim dan Kristen dari kebijakan rasis Israel.

Palestina juga meminta dimulainya kembali proses perdamaian dengan agenda spesifik, waktu dan mediasi yang lebih adil serta efektif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement