Jumat 19 Feb 2016 17:03 WIB

Hindari LGBT, Anak Perlu Mendapat Pendidikan Seksual

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Winda Destiana Putri
Ilustrasi kelompok LGBT
Foto: EPA/Ritchie B. Tongo
Ilustrasi kelompok LGBT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengingatkan pentingnya masyarakat, orangtua termasuk sekolah untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak-anak.

Pendidikan tersebut menurutnya akan mampu menghindarkan anak-anak dari prilaku seksual yang menyimpang seperti lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT).

"Pendidikan seks dalam pengertian, soal apa yan patut apa yang tidak patut, soal mana yang boleh dan mana yang tidak boleh untuk disentuh untuk dilihat orang," kata Niam di Jakarta, Jumat (19/2).

Pendidikan seksual tersebut juga harus disesuaikan dengan norma sosial dan norma agama yang ada di Indonesia. Termasuk di dalamnya pendidikan terkait proses reproduksi dan juga usia pernikahan.

"Termasuk di dalamnya adalah ketentuan-ketentuan norma agama terkait dg proses reproduksi, terkait dengan usia pernikahan dan juga aktivitas sosial yang dibolehkan oleh norma sosial dan juga norma agama," ucap pria yang juga menjabat Kepala Bidang Perlindungan Anak, Remaja dan Keluarga di ICMi tersebut.

Menurut Niam, saat ini kampanye LGBT sudah menjadi gerakan yang dilakukan secara terang-terangan dan didukung secara finansial yang cukup kuat.

Situasi ini, menurutnya sudah mengindikasikan tingkat bahaya penyebaran yang berpotensi untuk terus menyebar dan disebarkan.

"Sehingga, harus ada mekanisme pencegahan dan juga penghentian langkah yang bersifat sistemik di situ," kata Niam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement