Jumat 26 Feb 2016 15:29 WIB

BOPI: Pemerintah Pastikan Dulu Reformasi Dijalankan

Logo BOPI.
Logo BOPI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengatakan, pemerintah perlu terlebih dahulu menjamin keseriusan PSSI melakukan reformasi. Hal itu sebelum pemerintah akhirnya mencabut pembekuan seluruh kegiatan organisasi yang mengatur sepak bola nasional.

"Harus ada jaminan dulu bahwa reformasi tata kelola sepak bola Indonesia benar-benar akan berjalan sesuai yang dicita-citakan," ujar Ketua Umum BOPI Noor Amman dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (26/2).

Selain itu, ia menilai, pemerintah juga harus memastikan sanksi FIFA yang diberikan kepada Indonesia akan benar-benar ditarik ketika PSSI diaktifkan kembali.

Noor Amman menyampaikan saran untuk terlebih dulu menjamin rencana PSSI dan FIFA tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor perjalanan sejarah saat Surat Keputusan Menpora Nomor 01307 Tahun 2015 pada 17 April 2015 dikeluarkan.

"Waktu itu PSSI membangkang dan menyatakan bahwa hanya tunduk dan patuh kepada FIFA, pemerintah sebagai penguasa negeri ini tak dianggap. Bahkan, lewat surat ke FIFA, PSSI sendiri yang meminta agar sepak bola Indonesia disanksi karena tuduhan intervensi pemerintah," ucapnya.

Noor Amman juga menyatakan mantan sekjen PSSI Joko Driyono, yang juga CEO PT Liga Indonesia, mengakui tidak ada intervensi dari pemerintah, seperti yang tertulis dalam surat PSSI ke FIFA.

"Artinya, kalau benar pembekuan itu akan dicabut, harus ada klarifikasi terlebih dahulu bahwa tidak benar pemerintah melakukan intervensi, seperti yang tertuang dalam surat sanksi FIFA tertanggal 30 Mei 2015," ujarnya.

Karena itu, ia menambahkan, pemerintah diminta tidak terburu-buru memutuskan pencabutan pembekuan PSSI agar "bobroknya" tata kelola sepak bola nasional dapat dibenahi dengan serius, serta benar-benar mengedepankan esensi reformasi.

Sekjen BOPI Heru Nugroho menegaskan, sanksi FIFA sebenarnya dapat dijadikan fondasi utama untuk melakukan pembenahan total di semua aspek sepak bola nasional, yakni dari sisi industri, pembinaan, dan prestasi.

"Permafiaan di sepak bola nasional sudah 'menggurita'. Jadi, semua harus dibereskan secara total. Inilah esensi reformasi yang ditunggu para pencinta dan stakeholder sepak bola nasional. Jangan melemah hanya karena tekanan politik dari pihak-pihak tertentu," kata Heru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement