REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Edi Suherman mengatakan, banyak faktor yang mengakibatkan kemacetan di Kota Depok. Tingginya pertumbuhan penduduk dan minimnya pembangunan infrastruktur jalan menjadi penyumbang kemacetan terbesar.
''Untuk mengatasi kemacetan, diperlukan pembangunan infrastukur jalan penghubung yang terkait satu sama lain. Selain itu juga diperlebar infrastuktur jalan yang sudah ada,'' ujar Edi di Balaikota Depok, Jawa Barat (Jabar), Jumat (11/3).
Untuk itu, lanjutnya, kedepan, Pemkot Depok akan membangun tiga koridor angkutan massal dan Depok Outer Ring Road (DORR), yang akan menjadi jalan alternatif dan penghubung Depok di kawasan timur, barat, utara maupun selatan. ''Mulai tahun ini, Depok harus mencicil lahan untuk penyediaan jalan. Terutama untuk DORR agar kemacetan dapat terurai,'' terang Edi.
Dituturkan Edi, hal ini merupakan upaya keseriusan Pemkot Depok dalam membangun infrastruktur jalan untuk atasi kemacetan yang dapat dilihat dari perbaikan jalan di berbagai wilayah di Kota Depok. ''Perbaikan jalan mulai dari jalan-jalan di daerah terpencil sampai jalan utama Margonda saat ini sedang gencar dilakukan,'' tuturnya.
Keberadaan angkutan KA Commuter Jabodetabek (atau disebut juga KRL Commuter Line) cukup membantu mengatasi kemacetan di Kota Depok. Data 2015, dalam satu hari saja, rata-rata penumpang kereta di Depok mencapai 104.180 orang. ''Selama ini masyarakat terbantu dengan adanya angkutan kereta,'' tegas Edi.