Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WNI Disandera, Kepala BIN: Kita tidak akan Memberi Tebusan

Sabtu 02 Apr 2016 09:12 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengedepankan langkah-langkah tanpa kekerasan untuk menyelesaikan kasus penyanderaan 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina dengan mengutamakan keselamatan para sandera.

 

"Dalam masalah WNI kita disandera di Filipina itu, kita tetap akan melakukan soft power dengan negosiasi ini lebih kuat dan menguntungkan saya lihat karena minim korban jiwa dan biaya," kata Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso di Jakarta, Sabtu.

Pemerintah sendiri, kata dia bertekad tidak akan tunduk terhadap permintaan tebusan- tebusan dari para penyandera yang diduga adalah kelompok Abu Sayyaf. "Itu prinsip kita, kita akan upayakan pembebasan tanpa syarat," ujar Sutiyoso usai acara diskusi mengenai pendekatan "soft power" dalam pembebasan sandera di Mall of Indonesia itu.

Indonesia juga, lanjut dia, telah mengirimkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan maksud untuk merundingkan peristiwa ini dengan pemerintah Filipina terkait opsi yang akan dipilih. "Kita kan perlu tahu itu, jika misalnya akan dilakukan dengan aksi militer, kita minta dilibatkan di dalamnya dan mungkin meminta izin," ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan yang beredar, Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp14,2 miliar, dengan tenggat pada 31 Maret 2016 untuk membebaskan 10 WNI yang disandera dalam Kapal Anand 12. Namun diperpanjang hingga enam hari ke depan.

Baca juga, Ini Kronologi Penyanderaan WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf.

 

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile