Selasa 12 Apr 2016 08:40 WIB

Polres Berau Selamatkan 91 Butir Telur Penyu

Telur Penyu dan Tukik
Foto: supporterwwf.org
Telur Penyu dan Tukik

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kepolisian Resor Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berhasil menyelamatkan 91 butir penyu di Pulau Derawan yang terancam diperjualbelikan oleh oknum masyarakat.

Kapolres Berau Ajun Komisaris Besar Anggie Yulianto, dihubungi dari Samarinda, Senin (11/4) menyatakan ke-91 butir telur penyu itu berhasil diselamatkan pada patroli yang digelar bersama Badan Lingkungan Hidup dan Profauna Borneo, sebuah lembaga independen non-profit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar.

"Pada patroli yang kami laksanakan pada 8-9 April 2016 di Pulau Derawan bersama BLH Kabupaten Berau yang juga melibatkan ahli penyu dari Profauna, kami berhasil menyelamatkan 91 butir telur penyu. Telur penyu itu kami temukan berada tidak jauh dari kawasan pemukiman penduduk sehingga sangat rentan diambil untuk diperjualbelikan," kata Anggie Yulianto.

Ke-91 telur penyu itu selanjutnya dibawa ke tempat konservasi telur penyu untuk ditetaskan. "Kemungkinan, kurun waktu 50 hingga 60 hari ke depan, telur penyu yang berhasil kami selamatkan tersebut akan menetas," kata Anggie.

Selain melaksanakan patroli, Polres Berau bersama BLH serta Profauna juga melaksanakan dialog bersama masyarakat terkait pentingnya menjaga satwa yang sudah nyaris punah tersebut. Pada dialog tersebut masyarakat diberi pemahaman terkait upaya pelestarian penyu termasuk mengubah pola pikir masyarakat dari memperjualbelikan telur penyu diubah menjadi objek wisata penyu bertelur yang memiliki nilai ekonomi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement