REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Dilma Rousseff akan pergi ke New York untuk mencari dukungan internasional melawan pendakwaannya di dalam negeri. Ajudan Rousseff mengatakan Rousseff akan menghadiri acara PBB pada Jumat (22/4).
Pendakwaan terhadap Rousseff disebutnya sebagai upaya pemakzulan agar ia keluar dari perpolitikan Brasil. Rousseff menyebutnya ilegal. Kepergian perempuan besi ini akan meninggalkan kabinet yang kacau di tengah krisis politik.
Sejumlah menteri terus mundur dari kabinet. Menteri Energi Eduardo Braga mengatakan ia keluar karena mengikuti perintah dari partainya PMDB, partai koalisi utama Rousseff.
Sembilan menteri lainnya juga sudah mengundurkan diri, meninggalkan sejumlah pos penting, termasuk menteri olahraga dan pariwisata. Padahal Olimpiade tinggal menghitung bulan. Mungkin saat itu, Rousseff tidak lagi menjabat Presiden.
Hingga saat ini ia menolak menyerah. Rousseff membatalkan perjalanannya ke acara perubahan iklim di Paris yang juga dilangsungkan pada Jumat. Ia menggunakannya untuk fokus pada kebertahanan politik.
Ia menggunakan waktu tersebut untuk berkunjung ke New York. Ia juga akan melakukan wawancara dengan sejumlah media internasional.
Baca: Menteri Pertahanan Prancis Sebut ISIS Dapat Diberantas